Manchester United Permanenkan Solskjaer pada Akhir Bulan Ini

Manajer interim Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, akan mendapatkan kontrak permanen pada akhir bulan ini. Petinggi Manchester United dikabarkan hendak segera mempermanenkan pelatih asal Norwegia tersebut pada jeda internasional nanti.

Jeda internasional selanjutnya bakal terjadi pada pertengahan sampai akhir Maret 2019 atau sesudah Manchester United menghadapi Wolverhampton Wanderers di Piala FA. Solskjaer menjadi satu-satunya kandidat untuk memenuhi jabatan manajer klub berjuluk Setan Merah itu. Para petinggi klub menyimpulkan mempermanenkan Solskjaer sesudah mengevaluasi kinerja mantan striker Manchester United selama mengajar tim.

Dilansir dari Mirror, Selasa (12/3/2019), Manchester United tadinya hanya bakal mengontrak Solskjaer hingga akhir musim sebagai pengganti Jose Mourinho. Namun, rencana itu berubah seiring dengan penampilan klub yang membaik seusai ditangani Solskjaer.

Penunjukkan Solskjaer sebagai manajer permanen informasinya sebagai hadiah klub berkat keberhasilan Solskjaer meloloskan Man United ke perempat final Liga Champions. Setan Merah telah menunaikan Molde sebesar 8 juta pounds (setara Rp 150,7 miliar) sebagai kompensasi saat meminjam Solskjaer pelatih interim.

Manajemen klub melulu menunggu masa-masa untuk memberitahukan Solskjaer sebagai manajer permanen Manchester United. Jeda internasional dinilai sebagai masa-masa yang tepat guna mempermanenkan Solskjaer. Artinya, Solskjaer secara resmi telah menjadi manajer Man United pada ketika melawan Watford pada 30 Maret nanti.

Kepelatihan Solskjaer sudah berjalan dengan spektakuler sejak ditunjuk sebagai pengganti Jose Mourinho, Desember 2018. Di bawah asuhan Solskjaer, Manchester United sudah memenangi 14 pertandingan dengan dua hasil seri dan kalah melulu dua kali.

Neville Beri Dukungan untuk Solskjaer

Gary Neville memberikan sokongan kepada Ole Gunnar Solskjaer. Mantan kapten Mancheter United ini bercita-cita bekas rekannya tersebut dipertahankan. Masa depan Solskjaer yang sekarang menjabat sebagai pelatih interim di Old Trafford, masih abu-abu. Sang pelatih dibayangi ancaman pemecatan sebab dua hasil teranyar yang negatif.

Padahal, Solskjaer sempat menikmati angin segar dalam debutnya sebagai bos di Man United. Setelah menggantikan Jose Mourinho sebagai pelatih interim pada Desember 2018, dia membawa tim berjulukan The Red Devils itu berlomba dengan Chelsea, Arsenal dan Tottenham Hotspur guna memperebutkan posisi empat besar Liga Inggris.

Di samping itu, Solskjaer pun membawa Man United ke perempat final Liga Champions setelah mengerjakan comeback yang gemilang ketika melawan raksasa Liga Perancis, Paris Saint-Germain (PSG). Sempat kalah 0-2 di Old Trafford pada leg kesatu babak 16 besar, Man United bangkit dan menang 3-1 pada leg kedua di Parc Des Princes.

Rangkaian hasil tersebut memunculkan isu Solskjaer bakal menerima kontrak permanen sebelum tugasnya sebagai pelatih interim berlalu pada akhir musim 2018-2019. Namun sesudah itu, Man United mulai merasakan masa sulit. Mantan pelatih Molde tersebut menikmati dua kekalahan beruntun. Mereka lebih dulu diungguli Arsenal dalam ajang Liga Inggris sebelum ditaklukkan Wolverhampton Wanderers yang menciptakan Man United tersingkir dari Piala FA.

Dilansir dari Mirror, Gary Neville sempat membalas pertanyaan fans United di media sosial Twitter. Berdasarkan keterangan dari Neville, petinggi Man United paling naif di tengah desas-desus pemecatan Mourinho. Namun, pengakuan Neville tersebut menciptakan dirinya dikira bersimpati dengan pemecatan Jose Mourinho.

Fans tersebut lantas menanyakan soal Solskjaer yang sekarang berposisi sama dengan ketika Mourinho dipecat pada Desember 2018. Neville lantas menjawab: “Saat kalian menanyakan soal pemecatan Solskjaer pada sebuah hari nanti saya bakal mendukungnya dan mengecewakanmu lagi.”

Next Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *