Dusan Tadic, Mimpi Besar di Pentas Eropa

Santiago Bernabeu menjadi sebuah panggung pertunjukan elegan bagi Dusan Tadic dalam membawa Ajax membungkam tuan rumah Real Madrid di leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Satu gol dan dua assist sukses dicetak oleh Tadic dalam lomba yang berkesudahan 4-1 untuk Ajax dan membawa mereka mengembalikan defisit 1-2 dari leg pertama.

Hasil gambar untuk tadic

Penampilannya yang berkelas untuk Ajax melawan Madrid membuat dia pemain kesembilan yang mendapatkan nilai 10/10 yang oleh media ternama asal Prancis, L’Équipe semenjak 1988.

Kepindahannya ke Ajax dengan banderol 11.4 juta euro pada musim panas tahun lalu sempat menjadi pertanyaan, apalagi Tadic tak muda lagi dan sudah berusia 30 tahun saat ini. Ajax selama ini dikenal sebagai produsen pemain muda bertalenta dan jarang membeli pemain dengan harga mahal. Sebuah perjudian memang bagi pelatih Erik ten Hag dalam membawa pemain Serbia ini.

Selain itu Southampton sendiri hampir terdegradasi dari Liga Primer Inggris di akhir musim 2017-18. Mereka cuma berjarak tiga nilai dari zona degradasi.

Suara Hati Peta

Tadic lahir di Backa Topola, kawasan utara Serbia dan dekat perbatasan dengan Hungaria. Agen bola resmi Indonesia mempaparkan bahwasannya ayahnya tadik ternyata seorang petani. Tadic mengawali bermain sepak bola dengam masuk ke akademi klub lokal, AIK Backa Topola. Dia malahan berpindah ke klub yang lebih besar yaitu Vojvodina, yang terletak di Novi Sad kota kedua terbesar di Serbia.

“Ada banyak anak, di mana-mana, dan kami senantiasa bermain di luar di trek,” uajr Tadic diberitakan dari NBC Sports.

“Aku pikir ini yaitu cara terbaik untuk belajar sepak bola, bermain dengan sahabat-sahabat Anda, sepak bola trek, memandang ke belakang, itu yaitu kenangan indah dan aku memandang kembali saat itu dalam hidup aku dengan sepakbola.”

“Kampung halaman aku, Backa Topola, berada di utara negara dekat perbatasan Hongaria. Itu yaitu bagian yang bagus ketimbang kawasan lain di dari Serbia dan aku betul-betul bergembira aku tumbuh di sana.”

Empat musim di Vojvodina, Tadic mendapat tawaran dari klub Eredivisie Belanda yaitu Groningen. Dua musim bermain konsiten bakatnya diendus klub yang lebih besar di Belanda yaitu FC Twente. Dirinya tampil cukup konsisten selama dua musim di Twente, mencetak 32 gol dalam 85 lomba.

Rekrutan Pertama Ronald Koeman di Southampton

Manajer asal Belanda, Ronald Koeman memiliki misi baru saat ditunjuk menangani Southampton pada musim 2014-15. Tadic menajdi rekrutan pertama Koeman di St Marry. Di musim pertamanya di Inggris Tadic tak kesulitan, dan cakap membawa Soton finis di posisi keenam klasemen akhir. Bersama dengan Graziano Pelle dan Sadio Mane, Tadic yaitu trio yang cukup ditakuti di jajaran top flight.

Hasrat Bermain di Piala Dunia Jadi Kenyataan

Bermain di Piala Dunia tentu menjadi mimpi bagi semua pesepakbola, apalagi bila anda seorang pemaind ari Serbia yang senantiasa dipenuhi tekanan publik. Tadic sukses membawa Serbia lolos ke Piala Dunia 2018 untuk pertama kalinya semenjak tahun 2010 lalu.

“Itu membuktikan terhadap aku betapa banyak rasa hormat yang dimiliki orang-orang di Serbia untuk aku sesudah gol dan assist untuk tim nasional dan juga apa yang aku raih di sini di Southampton. Penghargaan ini menyemangati aku untuk menjadi lebih bagus dan lebih bagus,” ujar Tadic.

“Menjelang lomba terakhir kualifikasi, sebagai tim kami berada di bawah tekanan terbesar yang pernah aku rasakan dengan tim nasional,” kata Tadic.

Sayang di saat putaran final di Rusia, Serbia gagal bersaing dengan Brasil dan Swiss. Mereka cuma meraih satu kemenangan atas Kosta Rika di grup E.

Panggilan Klub Hasrat Ajax

Cukup mengejutkan memang saat Southampton memutuskan untuk melepas Tadic di musim panas tahun lalu. Dia sedangkan baru saja mendapat kontrak baru di tahun sebelumnya.

“Belanda yaitu tempat yang jauh lebih bagus untuk hidup ketimbang di Inggris. Mereka cuma memiliki London, tapi di sini berbeda. Semuanya bersih dan ada jalan, jalan, dan bar yang bagus di sini. Itu yaitu sesuatu yang istimewa. Individu lazimnya akan memberikan hasil yang lebih bagus saat mereka merasa nyaman, tak peduli di mana mereka berprofesi,” ujar Tadic terhadap Goal, September silam.

Hasil gambar untuk tadic

Namun bersama Ajax, Tadic memainkan karir terbaiknya sebagai pemain depan. Erik ten Hag memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh Tadic dan menempatkanya bersama dengan David Neres dan Hakim Ziyech di lini depan dalam foramsi 4-3-3. Mereka bergantian bisa saling bertukar posisi dan mengeksplitasi bek lawan dengan skill dan kecepatan yang dimiliki tiga pemain itu.

Gaya menyerang yang dimiliki Ajax betul-betul sesuai dengan kemampuan ‘bebas’ Tadic di lini depan. Tan Hag mewarisi gaya Pep Guardiola, dimana dirinya pernah menjadi asisten pelatih Pep di Bayern Muenchen. Ada kesamaan antara gaya keduanya yang berpusat pada menjaga pengaturan bola, menekan lawan setinggi mungkin untuk memenangkan bola dan terus menyerang.

Tadic memang memiliki kans untuk konsisten di Liga Premier dengan sebagian tim yang lebih bagus tapi menolak klub untuk kembali ke Belanda. “Aku punya banyak tawaran,” kata Tadic saat kepindahannya ke Ajax.

“Ada banyak tim yang menawarkan uang, banyak tim dari Liga Premier dan penawaran dari negara lain seperti Italia. Hatiku dekat dengan Belanda. Aku menyenangi Belanda dan Ajax senantiasa menjadi klub impianku.”

Sepanjang musim ini Tadic sudah mencetak 30 gol dalam 45 lomba bersama dengan Ajax. Bukan tak mungkin sihir Tadic akan kembali ia tunjukan saat Ajax berhadapan dengan Juventus di babak perempat final Liga Champions minggu depan.

Previous Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *