3 Hal yang Harus Diperbaiki Barca Sebelum Lawan Liverpool

Barcelona bakal menghadapi Liverpool di babak semifinal Liga Champions. Los Blaugrana, julukan Barcelona, bakal terlebih dahulu menjamu Liverpool di Camp Nou, 1 Mei mendatang.

Lima hari setelahnya, giliran Barcelona yang bertandang ke markas Liverpool, Anfield Stadium. Jika disaksikan dari luar, Barcelona adalahtim sempurna dengan adanya Lionel Messi.

Namun, laga melawan Liverpool tidak mudah untuk Barcelona. Sebab, kesebelasan asuhan Ernesto Valverde ini masih bermain di tiga kompetisi, Liga Champions, Copa Del Rey, dan La Liga. Tentunya, Barcelona butuh menjaga fokus dan performa semua pemainnya.

Terlebih, Barcelona sangat hendak meraih trofi Liga Champions, yang terakhir dimenangkan pada 2015 lalu. Karena itu, Valverde mesti membenahi kekurangan timnya yang dapat dieksploitasi kesebelasan lain.

Berikut 3 masalah yang mesti ditamatkan Barcelona bila hendak memenangkan trofi Liga Champions.

Performa Buruk Coutinho

Philippe Coutinho bergabung dengan Barcelona pada Januari 2018 dari Liverpool. Gelandang asal Brasil tersebut diharapkan akan menjadi pewaris langsuung Andreas Iniesta guna jangka panjang.

Di lima bulan kesatunya, Coutinho tampil mengesankan. Dia mencetak 10 gol dan lima assist dari 22 pertandingan bareng Barcelona. Coutinho menolong Barcelona guna merah gelar La Liga Spanyol.

Tetapi sejauh musim ini, performa Coutinho menurun drastis. Dia baru mencetak empat gol dan dua assist dari 28 laga di La Liga Spanyol.

Penampilan yang mengecewakan menciptakan Coutinho sempat tersisih dari starting XI Barcelona dalam 11 pertandingan. Bahkan, dia dikabarkan hendak meninggalkan Camp Nou di tengah ketertarikan Manchester United dan Paris Saint-Germain.

Pelatih Barcelona Ernesto Valverde mesti menemukan teknik untuk membalikkan performa terbaik Coutinho. Apalagi, lini serang Blaugrana kehilangan amunisi menyusul cederanya Dembele.

Jika hendak meraih trofi Liga Champions musim ini, Barcelona mesti meningkatkan fokus dan kinerja dari seluruh pemain, tergolong Coutinho.

Cedera Dembele

Ousmane Dembele didatangkan Barcelona dari Borussia Dortmund di musim panas 2017 dengan nilai transfer 105 juta euro atau selama Rp 1,6 triliun. Ia direkrut guna menggantikan Neymar yang pindah ke Paris Saint-Germain.

Dembele tampil mengesankan di Bundesliga bareng Dortmund dan diinginkan membawa beberapa sihirnya ke Camp Nou. Tapi, ia mesti absen sekitar empat bulan di musim perdananya bareng Barcelona dampak cedera hamstring yang parah.

Tak melulu itu, dia pun mengalami sobekan di otot lainnya dua minggu sesudah pulih. Absen dalam tujuh pertandingan dalam proses pemulihan cedera menghambat musim kesatu Dembele bareng Barcelona.

Di musim ini, Dembele memainkan 11 pertandingan mula bersama Barcelona. Ini memperlihatkan pemenang Piala Dunia 2018 di Rusia itu ialah anggota kesebelasan yang paling berharga.

Namun, cedera pulang mengganggu Dembela. Pada Januari 2019, dia merasakan cedera pergelangan kaki yang membuatnya absen dalam lima pertandingan.

Belum lama pulih, Dembele kembali merasakan cedera. Usai menyumbang satu gol ketika Barcelona mengungguli Lyon 5-1 pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, 14 Maret lalu, Dembele mesti menepi tiga hingga empat minggu.

Cedera tersebut menciptakan Dembele diragukan dapat memperkuat Barcelona melawan Manchester United di perempat final Liga Champions. Karena itu, Barcelona mesti menggali solusi guna segera menanggulangi cedera Dembele. Apalagi, andai Barcelona lolos ke semifinal dan final Liga Champions.

Ketergantungan Berlebih pada Messi

Bukan rahasia lagi Barcelona benar-benar mendapatkan guna dari bakat dunia Lionel Messi sekitar bertahun-tahun. Sejak menjadi jimat klub, Messi telah membawa Barcelona ke level yang paling baru.

Dengan Messi, Barcelona memenangkan 33 gelar juara serta menambah basis peminat di dunia. Messi nyaris sendirian menolong Barcelona dalam kondisi yang tampaknya mustahil.

Sejauh musim ini, Messi sudah mencetak 31 gol dari total 75 gol Barcelona di Liga Spanyol. Torehannya tersebut membawa Barcelona memuncaki klasemen Liga Spanyol sampai pekan ke-29.

Di Liga Champions, Messi membawa Barcelona lolos ke perempat final. Messi mencetak 2 gol ketika Barcelona mengungguli Lyon 5-1 pada leg kedua babak 16 besar.

Barcelona selanjutnya menghadapi Manchester United di perempat final. Namun semenjak 2013 lalu, Messi tidak pernah mencetak gol di perempat final.

Barelona juga tersingkir dari empat peluang lolos ke perempat final, di mana Messi tidak berhasil mencetak gol. Karena itu, Barcelona tak boleh paling bergantung pada Messi ketika menghadapi MU. Pelatih Barcelona Ernesto Valverde mesti menyiapkan rencana B andai Messi tidak dapat mencetak gol di fase ini.

Previous Article
Next Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *